Kamis, 30 Juli 2015

Daya tahan Sengon Solomon selama musim kemarau di lahan kering

Di pertengahan tahun 2015 ini sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kering, musim kering atau kemarau ini termasuk dalam keadaan El_Nino yang ringan- sampai moderat , akibatnya curah hujan jauh berkurang  .
lokasi penanaman sengon Solomon CV SSS yang terletak di Ds Wonodadi, Kec Plantungan , Kab Kendal yang terletak di ketinggian 800-900 meter dari permukaan laut juga mengalami hal yang serupa yaitu musim kemarau ekstrim, jauh dari pengairan dan lokasi lahan gunung ini sumber air tanah sangat dalam.  tanaman sengon Solomon yang ditanam di bulan Februari 2015 ini juga mengalami dampak akibat musim kemarau, mulai awal juni sd akhir juli 2015 sama sekali tidak turun hujan selama hampir 2 bulan.

sengon solomon bertahan dilahan kering tanpa siraman hujan selama hampir 2 bulan



tetap tangguh meski tanpa siraman hujan hampir 2 bulan dilahan pegunungan kering

rumput rumput mengering , dan solomon tetap hijau

pertumbuhan batang sengon solomon


kunci keberuntungan kami adalah dengan sistem WATER HARVESTING alias PEMANENAN AIR HUJAN yaitu  kami sudah mengantisipasi yaitu dengan pembuatan RORAK atau parit buntu berukuran sekitar 20 x 50 cm sedalam 30-40 cm yang diisi pupuk kandang dan serasah sehingga selama musim penghujan mampu menjadikan zona resapan sehingga air lebih cepat masuk kedalam tanah dan  menjaga kelembaban lahan. 

parit tanah basah, memanen air hujan sehingga mampu mencegah banjir dan membuat cadangan air meningkat.

cara lain yang bisa ditempuh adalah dengan pembuatan parit tanah basah atau biasa disebut SWALES dalam bahasa INGGRIS.. sistem parit tanah basah ini memerlukan biaya lebih tinggi daripada sistem RORAK tetapi lebih efektif dalam memperkaya cadangan air tanah , bahkan didaerah australia yang hanya mengalami musim hujan 3 bulan sistem ini mampu menjadi tumpuan dalam pertanian dan peternakan.

air hujan yang turun dengan adanya PARIT TANAH BASAH ini akan tertampung kedalam tanah, mengurangi genangan dan selama kemarau tanah menyimpan cadangan air berlimpah


diagram pembuatan parit tanah basah.



Penggunaan pupuk hayati juga sangat berpengaruh dalam meningkatkan daya tahan sengon Solomon menghadapi kemarau ekstrim seperti saat ini.
Hasilnya bisa dilihat tanaman yang kami tanam meski hampir 2 bulan tidak kehujanan tapi tetap hijau daunnya dan segar, dan tidak layu. Alhamdulillah akhir juli 2015 turun hujan lumayan deras selama 1 jam kurang dan mampu mendinginkan lahan,  lubang resapan atau rorak makin mempermudah air meresap sampai kedalam akar, sedangkan yang tanpa RORAK maka air tidak bisa meresap jauh kedalam.
Artinya dengan penanaman di awal penghujan sampai pertengahan hujan dengan perlakuan RORAK + pupuk hayati + pupuk kandang sengon Solomon mampu bertahan sangat bagus selama 2 bulan kurang tanpa siraman hujan. Dan merupakan alternative tanaman di lahan kering.

Tidak ada komentar: